PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si mengemukakan, Kabupaten Purbalingga merupakan sentra industri rambut nomor dua di dunia setelah Gwangju Korea Selatan. Di Purbalingga saat ini terdapat 19 industri penanaman modal asing (PMA) yang bergerak dalam bidang rambut wig, dan bulu mata palsu. Industri tresebut mampu menyerap 30 ribu tenaga kerja, sedang produksinya untuk keperluan ekspor ke negara-negara Eropa. "Berdasar kunjungan ke Korea atas undangan para pengusaha Korea Selatan pekan lalu, kami semakin yakin ternyata industri rambut Purbalingga merupakan industri rambut nomor satu di Indonesia, dan sekaligus nomor dua di dunia setelah Gwangju Korea Selatan," kata Bupati Triyono, Sabtu (12/7).Dikatakan Bupati Triyono, image bahwa Purbalingga sebagai kota rambut terbesar nomor dua dunia perlu dijaga. Image ini paling tidak akan menjadi icon tersendiri bagi kota kecil seperti Purbalingga. "Nantinya kami akan membangun semacam baliho besar permanen ucapan selamat datang pada pintu masuk kota Purbalingga," kata Bupati Triyono.Dibagian lain Bupati Triyono mengemukakan, dari sisi pendapatan ke Pemkab, keberadaan industri rambut memang hampir tidak ada. Pemkab hanya mendapat pendapatan dari lahan yang ditempati berupa pajak bumi bangunan, sementara pendapatan ekspor lebih dinikmati pemerintah pusat. "Meski tidak diuntungkan pendapatan, namun Pemkab tetep mendukung industri rambut tersebut, hal ini mengingat industri tersebut mampu menyerap tenaga kerja hingga 30 ribu lebih. Secara tidak langsung akan mengurangi penggangguran warga masyarakat dan meningkatkan pendapatan wara," kata Bupati Triyono.
Secara terpisah Kabag Humas Setda Purbalingga Djoko Triwinarso, SE mengatakan, pada tahun 2007, nilai investasi perusahaan PMA mengalami kenaikan sebesar Rp. 39.385.051.182,00 (37%).
"Dari seluruh perusahaan asing yang beroperasi di Purbalingga, hanya satu perusahaan asing berasal dari Jepang dan bergerak di bidang usaha industri kayu olahan dengan hasil produksi berupa peralatan makan dan sembahyang. Sedangkan 18 perusahaan asing lainnya berasal dari China dan Korea Selatan yang kesemuanya bergerak di industri rambut dengan hasil produksi berupa bulu mata, wig maupun kuku palsu," kata Djoko Triwinarso.
Dijelaskan Djoko, dalam kurun tahun 2002 hingga 2007, di Kabupaten Purbalingga terdapat persetujuan rencana PMA sebanyak 7 proyek, dengan nilai US$ 6,830 juta, dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 3.726 orang. Pada saat yang sama juga terdapat realisasi 7 proyek PMA (0,16%) dengan nilai US$ 7,725 juta (0,02%) dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3.433 orang (0,38%).
Rata-rata penyerapan tenaga kerja oleh PMA di Purbalingga, lanjut Djoko, mencapai 575 orang/proyek. Angka ini jauh di atas rata-rata penyerapan tenaga kerja oleh PMA di Provinsi Jawa Tengah yang berkisar 477 orang/proyek, Provinsi Jawa Barat yang berkisar 252 orang/proyek, Provinsi DKI Jakarta yang berkisar 112 orang/proyek, maupun secara nasional yang berkisar 207 orang/proyek.
Di purbalingga terdapat banyak sekali pabrik2 industri rambut besar di pusat kota hingga ke plosok desa

LAINNYA YANG UNIK DARI PURBALINGGA
ada nya pemandian terbesar sejawatengah luas nya mencapai 7hektar




ingatkah agan dengan SUMANTO? ya disinilah sang kanibal lahir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar